SISI LAIN PEMBELAJARAN DARING DI SDN TANDANG 01

04-08-2020 // 15:51 wib // Sekolah   Bilik Sekolah
Halaman lengkap berita

“Menjalin Bonding Guru-Siswa dan Siswa-Siwa di masa PJJ”

 

Dampak Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar dalam semua aspek kehidupan terutama aspek ekonomi dan pendidikan, Covid-19 ibarat hujan badai di musim kemarau sehingga langkah-langkah antisipasif pun tidak segera terserap, meski begitu pemerintah dalam hal ini Kemendikbud Indonesia mengambil kebijakan secara cepat untuk memproteksi Generasi bangsa dengan meliburkan peserta didik dan tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan cara daring.

SDN Tandang 01 adalah termasuk sekolah yang mengadakan pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring ini akan berjalan dengan lancar jika ada kerjasama antara beberapa pihak, stakeholder, orang tua wali siswa dan siswa itu sendiri. Secara garis besar ada dua faktor kendala yang kami hadapi dalam melaksanakan pembelajaran darring iniyaitufaktor eksternal dan internal. Faktor eksternl meliputi latar belakang wali murid yang kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah, pendidikan rendah sehingga minim dalam penguasaan IT pembelajaran daring dan terbatasnya waktu pendampingan orang tua dengan siswa. Faktor internal seperti tidak semua guru menguasai metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran darring.

Dengan keterbatasan yang ada ini, kami guru-guru dan tenaga kependidikan SDN Tandang 01 berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dengan cara meluangkan waktu kapanpun siswa bisa mengikuti pembelajaran dan menyampaikan tugas melalui aplikas-aplikasi pembelajaran seperti WA, Google Form, Google Classroom, Zoom dan lain-lain.

Kebutuhan siswa tidak hanya menerima materi pembelajaran, tetapi sebagai makhluk sosial, peserta didik perlu hubngan interaksi langsung. Kami mencoba memfasilitasinya dengan cara video conference pada aplikasi WA yang dianggap semua siswa dapat mengaksesnya, dengan cara kami membuat jadwal seminggu sekali pada hari Jum’at atau Sabtu yang dibagi dalam 8 kelompok atau lebih menyesuaikan jumlah peserta didik dan waktu mereka. Melalui video conference ini guru bisa memberi salam,  bertanya kabar, bertanya jawab mengenai rangkuman pembelajaran, menjawab pertanyaan, dan mengajukan pertanyaan ke siswa. siswa juga bisa saling interaksi, saling sapa, jika temannya ada yang kurang mengerti atau tidak bisa menjawab pertanyaan, teman yang satunya bisa menjelaskanlumayan kan bisa mengobati rasa kangen bertemu teman-teman,. Di sinilah ikatan itu terbangun, karena sapaan langsung itu sangat penting untuk membangun bonding guru-siswa dan siswa-siswa.