Umum dan Kepegawaian

Sosialisasi Penguatan Pelaku Pendidikan Keluarga di Satuan Pendidikan Tingkat Kota Semarang

15-12-2015 // 13:44 wib // Admin   Bidang Pembinaan PAUD dan PNF
Halaman lengkap berita

SEMARANG,(14/12) Pembukaan Sosialisasi Penguatan Pelaku Pendidikan Keluarga di Satuan Pendidikan Tingkat Kota Semarang diselenggarakan di Hotel Pandanaran.  Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendiidkan (Drs.Bunyamin,M.Pd) didampingi Kepala bidang PNFI (Wahyudi Harso,SH.,MH.) beserta jajarannya, bersama nara sumber, moderator dan peserta sosialisasi terdiri dari unsur Pendidik PAUD, PKBM, LKP, SKB, Penilik, SD, SMP, SMA, SMK dan pengawas TK/SD,SMP,SMA,SMK.

Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama pada keluarga menjadikan keterikatan anak dengan orang tua merupakan landasan yang kuat dalam menjelajahi dan menguasai lingkungan baru di dunia sosial yang lebih luas dengan cara-cara yang sehat secara psikologis. Keterikatan yang kokoh dengan orang tua dapat menyangga anak dari kecemasan dan perasaan depresi.Untuk mempertahankan kedekatan dan keterikatan orang tua dengan anak, orang tua harus memberi mereka kesempatan berkembang.Kehidupan yang koeksitensi yang penuh kedamaian dan makna dapat dicapai. Orang tua merupakan pendidik pertamadan utama karena orang tua merupakan lingkungan pertama yang mereka kenal dan menjadi kenangan masa kecil yang akan berpengaruh untuk kehidupan selanjutnya. 

Kepala Bidang PTK (Wahyudi Harso,SH.,MH) selaku ketua panitia melaporkan sosilisasinya tentang pendidikan keluarga di satuan pendidikan. Dalam laporannya kegiatan ini tujuannya untuk membangun pembentukan karakter generasi anak bangsa yang lebih baik, berideologi, nasionalisme yang tinggi,kedepannya lebih bermartabat, dan santun. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membentuk direktorat pembinaan pendidikan keluarga dibawah direktorat jenderal pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) dengan membentuk kemitraan orang tua harapannya membangun ekosistem pendidikan yang mampu menumbuhkembangkan karakter dan budaya berprestasi pada peserta didik.

Dasar hkum kegiatan ini tertuang pada, salah satu diantaranya ; (1)Permendikbud RI No.22 Tahun 2015 tentang renstra Kemendikbud 2015-2019. (2)Permendikbud RI nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. (3)Permenkeu RI nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggran Bantuan Pemerintah Pada Kementrian Negera/Lembaga. Jadi kegiatan ini dianggarankan  oleh Pemerintah pusat melalui APBN.

Tujuan mendasar sosialisasi ini adalah meningkatkan kapasitas pelaku pendidikan keluarga dan mendorong satuan pendidikan/lembaga pendidikan untuk melakukan proses pendidikan yang mendukung penumbuhan nilai budi pekerti dan budaya prestasi peserta didik.Bidikan sosialisasi diikuti pesrta sebanyak 2596 orang pendiidik dari unsur;PAUD sebanyak 1500 orang guru,Guru SD/Pengawas sebanyak 568 orang, guru SMP/Pengawas sebanyak 190 orang, Guru SMA/SMK/Pengawas sebanyak 168 orang, PKBM/LKP/SKB/Penilik sebanyak 170 orang.

Narasumber yang dihadirkan dari unsur pejabat Dinas Pendidikan Kota dan Provinsi yang telah mengikuti TOT Tingkat Nasional Pendidikan Keluarga, dan Penilik/pengawas/organisasi mitra yang telah mengikuti pelatihan Nasional pendidikan keluarga yang sudah professional. Adapun materi yang disampaikan mempunyai muatan pendidikan karakter diantaranya;(1)Kebijakan Pemerintah/Kemendikbud tentang pendidikan keluarga (2)Manjemen penguatan kemitraan kleuraga satuan pendidikan dan masyarakat (3)Komunikasi efektif keluarga (4)Pencegahan kekerasan terhadap anak. (5)Optimalisasi pembinaan dan pengawasan program pendidikan keluarga. Tempat penyelenggraan pelaksanaan sosialisasi pendidik keluarga pembinaannya diselenggarakan dihotel-hotel Kota Semarang sebanyak 10 hotel diantaranya ;hotel pandanaran, Noormans, Grasia, Siliwangi, Novotel, Neo, Horison, Patrajasa, Santika, Crowen Plaza yang dimulai sejak tanggal 14-28 Desember 2015.

Dalam pembukaannya Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang (Drs.Bunyamin,M.Pd) setelah membuka acara menyatakan pembangunan yang paling baik adalah dimulainya pendidikan karakter dari anak usia dini yang startnya dari lingkungan rumah, yang artinya keluarga menjadi pondasi dasarnya. Orang tua yang dirumah untuk melakukan pembiasaan pembinaan prilaku sehari-hari yang santun dan beretika, berani,tanggungjawab, pemaaf dan kecintaannya terhadap Tuhan, lingkungan, teman, saudara, piaraannya. Pemaparan yang dijadikan sumber pembinaannya disampaikan ke peserta sosialisasi. Tandasnya, guru di sekolah sebagai pemelihara,monitor, motivator, konektor atau kanal bagi anak didik untuk lebih berkembang, berani, tanggungjawab, disiplin, santun dengan segala rasa simpati dan empati terhadap orang lain.

visi dan misi pendidikan keluarga adalah wawasan orientasi masa depan merupakan fenomena kognitif motivasional yang kompleks, yakni antisipasi dan evaluasi di masa depan dalam interaksi dengan lingkungannya. Hakekatnya usaha mencari keridlaan Allah (Tuhan) dan usaha untuk mendapatkannya surgaNya, keselamatan dari neraka serta mendapatkan pahala dan alasanNya. Untuk itu orang tua perlu menyampaikan komunikasi yang baik pada anggota keluarga dengan jelas.

Misi merupakan upaya untuk menggugah dan penyadaran visi supaya ilmu atau kemampuan membentuk kerja sama , memelihara saling pengertian, saling menghormati dan saling memberi manfaat dengan melakukan komunikasi yang baik diantara anggota keluarga dan masyarakat lainnya. Untuk itu visi dan misi untuk dapat dikompilasi menjadi sebuah komitmen yang menjadi dasar pendidikan keluarga sebagai perbaikan karakter pembangunan masyarakat Indonesia. (kontributor : rifki nugroho)