Umum dan Kepegawaian

Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Bagi satuan PAUD 2016

14-03-2016 // 15:04 wib // Admin   Bidang Pembinaan PAUD dan PNF
Halaman lengkap berita

SEMARANG,(8/3/2016) Bimbingan teknis “Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Bagi Satuan PAUD Tingkat Kota Semarang” diselenggarakan  bertempat di Universitas PGRI Kota Semarang (UPGRIS). Kegiatan ini didanai dari sumber  APBD Kota Semarang yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) melalui seksi PAUD. Peserta dihadiri Guru PAUD sejumlah 100 orang yang penyelenggaraan kegiatannya dalam tiga hari sejak tanggal 7-9 Maret. Sedangkan narasumber yang berkompeten diantaranya Kepala Bidang PNFI (Wahyudi Harso,SH.,MH), Kasi PAUD (Ahmad Juri,S.Pd.,M.Si), Kepala TK Negeri Pembina sekaligus Nara Sumber Nasional (Suliyem,S.Pd), Tutor SKB (Diana Kartike,S.Psi.,M.Pd), dan Agung Prasetyo,S.Psi.,M.Si, Dosen UPGRIS serta Muniroh Munawar,S.Pd.,M.Pd yang juga berprofesi sebagai Dosen UPGRIS.

Dalam standar pembuatan media pembelajaran muatan lokal PAUD selain harus memperhatikan prinsip-prinsip pembuatannya, guru pun harus memperhatikan juga syarat-syarat standar dalam pembuatan sumber belajar yang antara lain meliputi: a.   Segi edukatif/nilai-nilai pendidikan; (1)kesesuaian dengan Program Kegiatan Belajar/ Kurikulum PAUD (2) kesesuaian dengan didaktik/metodik (kaidah mengajar) antara lain: sesuai dengan tingkat kemampuan anak, dapat mendorong aktivitas dan kreativitas anak, membantu kelancaran dan kegiatan belajar mengajar b.  Segi Teknik/ langkah dan prosedur pembuatan : (1)kebenaran (2)ketelitian ( tidak menimbulkan salah konsep) (3)keawetan ( kuat dan tahan lama) (4)ketahanan (efektivitasnya tetap walau cuaca berubah) (5)keamanan (6)ketepatan ukuran (7)Kompatibilitas (keluasan/fleksibilitas) dari bagian-bagian suatu alat sehingga dapat digunakan dengan alat lain. c. Segi Estetika/keindahan: (1)bentuk yang elastis (2)kesesuaian ukuran (3)warna / kombinasi warna yang serasi.

Guru PAUD/TK harus diupayakan mampu mengenalkan media pembelajaran yang menarik, tidak monoton dengan memperkaya ide atau gagasan bagaimana mudah bermain dan berlajar secara bersamaan dan waktu yang tersedia. melalui pemahaman keakraban dengan lingkungan alam, sosial dan budayanya serta memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. Mari kita mencoba kenalkan histrory yang ada di Kota Semarang dari berdirinya Kota Semarang hingga kini, baik nama pemimpinnya, budayanya, makanannya, tempat wisatanya, cerita rakyatnya. Tutur, “Bu Suliyem,S.Pd”.

Kebijakan pelaksanaan kurikulum muatan lokal pada satuan pendidikan perlu didukung dengan kebijakan pemerintah, pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan satuan pendidikan sesuai kewenangannya dan yang paling penting adalah ketersediaan sumber daya pendidikan yang dibutuhkan. Daya dukung pelaksanaan muatan lokal meliputi segala hal yang dianggap perlu dan penting untuk mendukung keterlaksaan muatan lokal di satuan pendidikan adalah (1)Kebijakan Muatan Lokal (2)Pendidik (3)Sarana dan Prasarana Sekolah (4)Manajemen Sekolah

Kurikulum 2013 PAUD mengupayakan keseimbangan antara pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Satuan PAUD yang merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di satuan PAUD ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar.kurikulum 2013 menekankan pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan pada anak yang dilakukan dengan kegiatan belajar melalui bermain dengan memberi waktu yang cukup leluasa.

Muatan lokal, sebagaimana dimaksud dalam penjelasan UU  No 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, merupakan bahan kajian yang dimaksud untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan lokal sebagai bahan kajian yang membentuk pemahaman terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya bermanfaat untuk memberikan bekal sikap,pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik agar mengenal jati diri daerahnya. Kontributor : **rifki nugroho**