Umum dan Kepegawaian

Workshop Sekolah Ramah Anak Pada Satuan PAUD Sebagai Pendorong Mewujudkan Kota Layak Anak

15-02-2022 // 22:15 wib // Bidang Pembinaan PAUD dan PNF   Bidang Pembinaan PAUD dan PNF
Halaman lengkap berita

Semarang, 15/2/2020 bertempat di Wisma P4UPGRIS Hadir Walikota Semarang Dr. Hendrar Prihadi SE.,MM bersama Istri Krisseptiana hendrar Prihadi, SH.MM (Bunda Paud Kota Semarang) pasca jalan sehat dari Plamongan sari dan Kecamatan Tembalang, hadir ditengah tengah peserta di dampingi Kepala Dinas Pendidikan (Gunawan Saptogiri,SH.,MM) Sekretaris (Drs. Hari Waluyo, MM) dan Kepala Bidang Paud PNF (Drs. Daryata,MM), dan Narasumber-narasumber yang hadir dihari pertama.

Kesempatannya bertemu peserta Workshop Sekolah Ramah Anak Pada Satuan PAUD Sebagai Pendorong Mewujudkan Kota Layak Anak, paparnya bahwa ;Dalam kegiatan belajar-mengajar untuk pendidik, dan tendik dalam bekerja  untuk selalu menjaga kesehatan, dengan gunakan protokol kesehatan, tetap waspada bahaya omicron. Kemudian dalam melayani peserta didik di PAUD berikan layanan yang ramah, nyaman dan menyenangkan. Anak-anak kontibusi  generasi emas nanti diperlukan contoh, ketauladan dari keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat dengan prilaku yang baik-baik, santun, attitude, gotong-royong  solidaritas yang tinggi. Sekarang bagimana menciptakan tempat belajar yang ramah, gambar yang menarik dengan lingkungan yang menyenangkan, bagaimana pula metode belajar yang menyenangkan itu merupak tugas pengelola dan guru. Selanjutnya Pengelola PAUD harus cakap ; 1) merekrut SDM pendidik yang unggul, 2)Memberi sistem gaji pendidik yang layak sesuai dengan kompetensinya, 3)membuat ruangan kelas/sekolah yang nyaman dan keren, 4)mengadakan peralatan yang memadai. Itu semua butuh keberanian dan terimakasih sudah memberi kontribusi pendidikan yang baik untuk Kota Semarang. Pungkasnya workshop dinyatakan dibuka untuk dilaksanakan pemberian materi oleh narasumber.

Kemudian penguatan kebijakan SRA PAUD oleh Kepala Dinas disampaikan bahwa, SRA PAUD berkomitmen mewujudkan sekolah yang ramah, tidak ada bulliying, tidak ada kekerasan sebaliknya memunculkan generasi yang berkarakter, yang santun, berbudi pekerti, ramah, jujur, suka menolong dan menjaga nasionalisme. Terkait nasionalisme Guru  menyediakan pembelajaran hari kusus, untuk pengenalan muatan lokal dalam mengajarkan ke muridnya mengenalkan budaya leluhur Kota Semarang, yang salah satu diantaranya Kota Semarang sudah memiliki Silabus Muatan Lokal artinya, anak diajarkan pembelajaran muatan lokal yang ramah, asik dan menyenangkan. Supaya lebih dapat berinteraksi, mengenal temannya dengan akrab, nyaman dalam bermain dan belajar. 

Pungkasnya TK formal yang sudah di deklarasikan sebanyak 632 lembaga pada tanggal 21 Desember 2021 lalu, akan sgera  dituntaskan Paud non formal (KB-POS PAUD-TPA) di Deklarasikan tahun 2022 ini.  **Kontributor Kiki148