VERIFIKASI USULAN PIP 2021 FASE 1

21-06-2022 // 20:08 wib // Bidang Pembinaan SD   Bidang Pembinaan SD
Halaman lengkap berita
Dinas Pendidikan Kota Semarang - Melaksanakan verifikasi usulan PIP 2021 Fase 1, 16 Kecamatan. bertempat di SD Negeri Wonotingal Semarang.
 
Apa itu PIP? Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6 - 21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).
 
Siapa penyelenggara Program Indonesia Pintar? PIP merupakan kerja sama tiga kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag).

Apa tujuan PIP? PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar). Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Kriteria penerima PIP skala prioritas:

  1. Siswa yang tergolong misikin / rentan miskin
  • Tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan/atau mempunyai sumber pencaharian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.
  • Mempunyai pengeluaran sebagian besar digunakan untuk memenuhi konsumsi makanan pokok dengan sangat sederhana.
  • Tidak mampu atau mengalami kesulitan untuk berobat ke tenaga medis, kecuali Puskesmas atau yang disubsidi Pemerintah.
  • Tidak mampu membeli pakaian satu kali dalam satu tahun untuk setiap anggota rumah tangga.
  • Mempunyai kemampuan hanya menyekolahkan anaknya sampai jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.
  • Mempunyai dinding rumah terbuat dari bambu/kayu/tembok/ dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah, termasuk tembok tidak diplester.
  • Kondisi lantai terbuat dari tanah atau kayu/semen/keramik dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah.
  • Atap terbuat dari ijuk/rumbia atau genteng/seng/asbes dengan kondisi tidak baik/kualitas rendah.
  • Mempunyai penerangan bangunan tempat tinggal bukan dari listrik atau listrik tanpa meteran.
  • Luas lantai rumah kecil kurang dari 8 meter persegi/orang.
  • Mempunyai sumber air minum berasal dari sumur atau mata air tak terlindung/air/sungai/air hujan/lainnya. 
  1. Siswa yang memiliki kartu PKH, KPS dan KKS
  2. Siswa yatim piatu
  3. Siswa yang pernah mengalami drop out atau putus sekolah
  4. Siswa terkena dampak bencana alam
  5. Siswa yang berasal dari keluarga terpidana / berada di lapas
  6. Siswa yang berada di daerah konflik
  7. Siswa memiliki kelainan fisik